TASIKMALAYA- Lebih dari sepekan tanggal 14 Oktober menjadi hari yang bersejarah, bagaimana tidak tepat di tanggal itu hari jadinya Kota Tasikmalaya.
Berbondong-bondong orang merayakannya terutama di pusat kota alun-alun Kota Tasikmalaya dengan pengharapan Kota Tasikmalaya menjadi semakin maju dan lebih tertata lagi untuk ke depannya, tetapi tidak untuk saat ini kenyataan di lapangan belum juga terlihat adanya keselarasan baik dalam hal sarana maupun prasarananya.
Buktinya kawasan wahana olahraga Dadaha yang sebagian telah beralih fungsi menjadi tempat para PKL apalagi saat hari Minggu, tak hanya itu yang lebih memprihatinkan Gelora Susi Susanti tidak lagi menampakan kemegahannya.Salah seorang warga Tasikmalaya Dewi (25) mengaku dirinya sering berolahraga di kawasan Dadaha ketika dia masih duduk di bangku sekolah, dulu kawasan Dadaha memiliki daya tarik tersendiri mulai dari bangunannya yang kokoh dan tamannya yang terawat, hingga banyak para pelancong yang datang hanya untuk mengijakan kakinya ke kawasan Dadaha, tapi sekarang apa yang bisa kita banggakan dengan keadaan sekarang?????????
Yang tampak hanyalah bangunan yang rusak dan rapuh khususnya Gelora Susi Susanti, mulai dari depan, samping, hingga belakang gedung.
"Saya heran kenapa Pemkot membiarkan Gelora Susi Susanti rusak seperti sekarang ini dan enggan untuk memperbaikinya????" jelas Dewi.
Menurut Dewi, di biarkan rusaknya Gelora Susi Susanti ini di sebabkan kurang adanya perhatian Pemkot setempat.(mot)
![]() |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar